About this blog..

Total Tayangan Halaman

Menu

1/11/2011

Mengisi Kekosongan Ini....

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Tulisan ini dibuat dlm rangka mengisi kekosongan waktu, semoga bermanfaat..Tanpa basa-basi  Aku awali dgn sebuah puisi, kata2 yg tdk begitu indah jika dibandingkan dgn seorang penyair yg sudah mahir.. bismillah..

Sahabat.... masihkah kita menyadari...

begitu banyaknya nikmat yang Allah SWT berikan...

Dari kesekian nikmat yg kita sadari... mungkin inilah nikmat yang terkadang terlupakan... ataukah inilah nikmat yg diri ini terkadang berat merasakan... tahukah nikmat apakah itu....

dialah....

"nikmat Sahabat....

masihkah kita menyadari...

begitu banyaknya nikmat yang Allah SWT berikan...


dari kesekian nikmat yg kita sadari...

mungkin inilah nikmat yang terkadang terlupakan...

ataukah inilah nikmat yg diri ini terkadang berat merasakan...

tahukah nikmat apakah itu....


dialah....


"nikmat dikala saudara kita mendapatkan kenikmatan"


nikmat yg kan terhapus dari hati yg iri...

nikmat yg takkan pernah bersemi dihati yg penuh dengki...

nikmat yang hambar terasa dihati yg penuh dg cinta dunia..


bukan nikmat yg tumbuh karena yg lain terjatuh...

bukan pula nikmat yg bersemi dikala yg lain tersakiti...



tp nikmat itu...

berlandaskan ketulusan dan keikhlasan...

yg kokoh dirasa dihati yg penuh dg keimanan...

keimanan yg disempurnakan dgn manisnya persaudaraan...

persaudaraan yg terikat karena-Mu...


Yaa Rabb ku...


 Meninggalkan Apa-apa yang Tidak Berguna
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak berguna baginya.” (Hadits hasan, riwayat At Tirmidzi dan selainnya)

Hadits ini adalah prinsip dasar dalam tata kesopanan dan bimbingan yang selamat, yaitu seseorang hendaknya meninggalkan apa yang tidak ada kepentingannya dan tidak ada hubungan dengan dirinya. Ini di antara baiknya nilai keislamannya. Ini pun akan membuatnya lega karena jika ia tidak terbebani dengan hal itu, maka ia merasa lega, tidak diragukan lagi hal itu lebih menentramkannya.
Dari hadits ini dapat dipetik faedah:

1. Sesungguhnya kadar keislaman manusia berbeda-beda. Di antaranya ada yang baik, ada yang baik, ada pula yang tidak demikian. Berdasarkan sabdanya, “Di antara kebaikan Islam seseorang.”

2. Seseorang sepantasnya meninggalkan apa-apa yang tidak ada urusan dengannya, baik dalam urusan agama, maupun dalam urusan dunia, karena dengan demikian waktunya lebih terjaga, agamanya lebih selamat, dan kealpaan yang diperbuat pun lebih ringan. Tetapi jika ia turut campur dalam urusan orang lain yang tidak ada kepentingan padanya, maka ia akan merasa lelah. Namun jika dia berpaling darinya dan hanya menyibukkan dengan hal-hal yang berguna baginya, maka hal itu akan membuatnya tenang dan tentram.

3. Seseorang sepantasnya tidak menyia-nyiakan apa-apa yang berguna baginya, yaitu perkara-perkara yang berkaitan dengannya baik dalam urusan agama maupun urusan dunia, bahkan ia harus memperhatikan dan menyibukkan diri dengan hal tersebut dan melakukan apa-apa yang lebih dekat kepada pencapaian tujuan.



Teman2…, sudah sepantasnya kita tidak perlu melakukan hal-hal yg tdk berguna apalagi bila tdk bermanfaat untuk masa depan dan akhirat, ingatlah hakikat tujuan kita menjadi mahasiswa 1. Menjalankan amanah dr org tua 2. Menjalankan amanah dr Allah SWT,, JADILAH MAHASISWA BERPRESTASI DAN TETAP EKSIS DALAM MENSYIARKAN AGAMA ISLAM, bahagiakan org tuamu krn dgn apalagi kt bs membalas jasa2 mereka jika bukan seperti ini, semuanya memang tidak mudah tp LIFE IS CHOICE, seseorg itu dinilai dr cara berfikirnya, jalan hdp & sikapnya ke depan di tentukan oleh cara berfikirnya, TAKE IT ACTION! Tdk perlu menunggu datangnya hidayah, ketika kt sudah meyakini sesuatu itu benar & sesuai dgn syariah maka ambillah & laksanakan..

Penutup dari ku, beberapa kata2 yg mudah2n bs menginspirasi (mengutip sih sebenarnya..)
  1.  Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
  2. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.
  3.  Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
  4.  Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.
  5. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.
  6. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.
  7. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.
  8. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
  9. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.
  10. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.
  11. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup.
  12. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.
  13. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum – jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

Sahabat yg baik adalah org yg selalu mengingatkan temannya disaat dia berbuat salah, baik melanggar perintah Allah SWT maupun tdk melaksanakn syariahnya dlm kehidupan,, maka untuk itu jika aku berbuat salah,, segeralah ingatkan aku.. jgn basa-basi, katakanlah jika yg kulakukan itu benar2 salah ,, walaupun berat untuk menerimanya, tp Insya Allah akan kurenungkan kesalahanku, dan keesokan harinya akan kukatakan pada mu “Kau memang sahabt terbaikku.. kau care kpdku.. terima kasih sahabat.. kaulah sahabat dunia akhirat terbaik yg pernah ada..”

Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata, aku hnya manusia yg tak sempurna dan penuh kekurangan,, mohon bimbingannya. Wassalamu’alaikum Wr.wb

10/10/2010

Cinta 100%...

   Assalamu'alaikum Wr. Wb., sedikit sharing aja..

 Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang di contohkan Allah lewat kehidupan manusia. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung2 gurun enggan mengepakkan sayapnya.

 Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "wahai umat ku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah & cinta kasih Nya. Maka taati & bertaqwalah kepada Nya. Ku wariskan 2 hal kepada kalian, sunnah & Al Qur'an. Barangsiapa mencintai sunnah ku, berarti mencintaiku & kelak orang2 yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersamaku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang teduh menatap sahabatnya 1 per 1. Abu bakar menatap mata itu dengan berkaca2, Umar dadanya naik turun menahan nafas & tangisnya. Ustman menghela nafas panjang & Ali menundukkan kepalanya dalam2. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua, "desah hati semua sahabat kala itu.

                Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda2 itu semakin kuat, tatkala Ali & fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir disana pasti akan menahan detik2 berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasul sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat & membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

                Tiba2 dari luar pintu terdengar seseorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi fatimah tidak mengizinkannya masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata fatimah yang membalikkan badan & menutup pintu kembali. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata & bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"

                "Tak tahulah aku ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur fatimah lembut. Lalu, Rasul menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. 1 per 1 bagian wajahnya seolah hendak dikenang. "Ketahuilah, dia lah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dia lah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasul, fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang mnghampiri, tapi Rasul menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai.

                Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah tersebut. "Jibril, jelaskan apa hak ku nanti di hadapan Allah?" tanya Rasul dengan suara yang amat lemah. "Pintu2 langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruh mu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatangan mu," kata Jibril.

                Tapi itu ternyata tak membuat Rasul lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" tanya Jibril lagi. "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku " Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata jibril.

                Detik2 semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasul ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasul bersimbah peluh, urat2 lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." lirih Rasul mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang berada disampingnya menunduk semakin dalam & Jibril membuang muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" tanya Rasul pada Jibril. "Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal? " kata Jibril.

                Sebentar kemudian terdengar Rasul memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasul mulai dingin, kaki & dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum, peliharalah shalat & santuni org2 lemah di antaramu."

                Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, & Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatii?"  "Umatku, umatku, umatku" dan...pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya?

ALLAHUMMA SHOLLI 'ALA MUHAMMAD WA BAARIK WA SALIM 'ALAIHI.

"Wahai kekasih, yang tak pernah berbusana sutra, tak pernah lelap dalam hangatnya kasur empuk. Kau tinggalkan dunia, tak pernah kenyang dengan roti mahal. Wahai kekasih, yang memilih tikar ketimbang permadani, Kau tak lelap sepanjang malam, khawatir umat jatuh ke kubang api."

                “Cinta itu laksana pohon di dalam hati. Akarnya adalah ketundukan kepada kekasih yang dicintai, dahannya adalah mengetahuinya, rantingnya adalah ketakutan kepadanya, daun-daunnya adalah malu kepadanya, buahnya adalah ketaatan kepadanya, dan air yang menghidupinya adalah menyebut namanya. Jika di dalam cinta ada satu bagian yang lowong, berarti cinta itu berkurang.”  (Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)