About this blog..

Total Tayangan Halaman

Menu

Tampilkan postingan dengan label Da'i. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Da'i. Tampilkan semua postingan

6/19/2015

Seperti mesin waktu...

Agaknya lebih greget & berbeda, disaat semua orang mengucap maaf & ampun kuputuskan membuat sebuah tulisan. Sebuah tulisan sederhana, yang kubuat tiap awal ramadhan. Tujuannya tidak muluk2. Sekedar ingin mengingatkan siapa diri ini dan apa yang telah ia lakukan. Jika kita buka album lama, kita menatap sejumlah memori silam. Beberapa melekat dalam pikiran, jauh dalam lubuk hati. Yang memberi luka biasanya tidak dilihat berlama2. Bahkan, kadang kita ingin membuangnya jauh2. Nah, sama halnya dengan tulisan ini. Aku terkadang membuat tulisan agar kenanganku tidak hilang. Yah.. siapa tau suatu saat aku amnesia, atau demensia, tulisan ini kembali mengingatkan masa lampau. Seperti mesin waktu, “alat untuk kembali ke masa lalu adalah kenangan, sedangkan alat untuk menuju masa depan ialah impian” begitu kutipan dari sebuah film yang pernah kutonton.

Selain itu, aku bukanlah orang yang sering berfoto bersama dalam setiap event ataupun momen penting. Kadang bahkan, tidak terlalu suka. Terlalu alay menurutku bila berlebihan atau karena memang sengaja tak diajak -_-. Dalam tulisan ini sebetulnya aku cuma ingin melihat potret lamaku. Siapa tau masih ada kisah dibalik peristiwa, yang nantinya akan kutemukan jawabnya di masa depan. Jika kisahku membuat kawan2 terganggu, aku memohon maaf, akupun tidak bermaksud mengajari, atau berharap kisahku bisa menginspirasi, aku tidak mempunyai potensi untuk itu. Yang kuinginkan dalam membaca sebuah tulisan tidak lain adalah untuk menumbuhkan hasrat. Hasrat untuk berubah menjadi lebih baik tentunya.

Tahun lalu adalah tahun yang cukup berat bagiku. Seperti dalam tulisanku sebelumnya, jika kawan2 baca. Ayahku didiagnosis menderita kanker nasofaring dan diharuskan menjalani kemoterapi. Beberapa bulan menjalani pengobatan, dan sempat terkena stroke iskemik juga. Aku dan ibunda diharuskan untuk bertahan dari sedikit ujian harta, jiwa, dan ketakutan. Tak tahan rasanya menyaksikan ayahanda dan ibunda tercinta menderita. Maka aku mulai kehilangan arah, hidupku mulai gelap. Kutinggalkan semua rutinitasku: Organisasi, dakwah, ma’had, mengajar & belajar, aikido. Kufokuskan sisa2 waktuku untuk mengabdi kepada ayahanda dan ibunda. Aku tak bermaksud memuja2 diriku untuk pengorbanan itu. Karena memang itulah yang seharusnya dilakukan setiap anak untuk membalas jasa2 orangtuanya.

Alhamdulillah.. kami sekeluarga berhasil melewatinya. Segala puji bagi Allah yang telah menguatkan kami. Memberikan segala petunjuknya bagi kami. Sekarang kondisi ayah kembali optimal,  dan semoga saja tetap sehat selalu. Kankernya untuk sementara ini tidak metastasis, bahkan cenderung mengecil. Hipertensi dan DM tipe II Ibu pun sekarang sudah terkontrol dengan baik. Tekanan darah dan GDP nya sudah dalam kisaran normal. Mereka sudah mau cek up rutin ke laboratium, dan terakhir kali hasil labnya menunjukkan kimia Ginjal (Ureum - kreatinin), hati (SGOT - SGPT), GDP, dan kolesterol normal. Subhanallah, nampaknya ilmu kedokteran yang kupelajari betul2 bermanfaat. Setidaknya untuk menjaga keluargaku sendiri. Semoga Allah selalu menjaga ayahanda dan ibunda.

Aku sekarang berada di blok kedokteran komunitas. Beberapa blok lagi sebelum aku menjalani koass, insya Allah di bulan desember. Berada di blok ini membuatku mengenang masa2 ku di kesehatan masyarakat dulu. Ilmunya betul2 bermanfaat, bahkan aku menjadi menyukainya, membuatku berminat untuk S2 dijurusan itu. Namun, bukan cuma itu saja yang kudapat dulu. Saat di kesehatan masyarakat aku banyak belajar tentang kehidupan. Bagaimana menjalaninya & bertahan dengannya. Entahlah, mungkin saja aku memang ditakdirkan untuk itu.

Bertemu dengan para sahabat, adik2, tokoh2 luar biasa yang menginspirasi. Inspirasiku memang cukup unik, aku tak mendapat banyak dari tokoh2 hebat atau disebut2 “sukses” oleh kebanyakan orang. Bagiku orang2 terdekatlah yang bisa membuat kita belajar banyak, mendatangkan inspirasi tiada henti. Ketimbang motivator yang tak kita kenal, yang belum tentu mengamalkan motivasinya. Orang yang sudah memilih jalan hidupnya & berhasil bangkit dari keterpurukan adalah jiwa2 yang akan tegar menjalani pahitnya hidup ini  dan dari merekalah muncul generasi2 emas. Yang bangga dan tidak tunduk pada kekalahan. Serta rendah hati dan penyantun dalam kemenangan. Mereka tau, setiap diri mempunyai potensi masing2. Tidak semua hal bisa dipaksakan dalam satu tubuh, berusaha mengubah sesuatu yang sudah ditakdirkan hanya akan menumbuhkan kekecewaan. Mereka, tau itu.

Oh ya, aku juga sudah maju sidang dua hari yang lalu. Tinggal beberapa tahap lagi aku lulus sarjana. Kusadari ilmu kedokteranku masih belum seberapa, nampaknya masih banyak PR yang harus kukejar. Semoga saja kedepannya segala urusannya dimudahkan.

Urusan dakwah, kian meyakinkan bahwa inilah ketetapan Allah untukku. Berkali2 rasanya aku ingin berlari, ingin bebas, sebab tak kuat kutanggung beban urusan ini. Namun Allah selalu menarikku kembali, membantuku berdiri kuat dan tidak jatuh sedalam2nya. Mungkin saja, potensiku memang dibidang itu. Seperti yang kubilang di masa lalu. Cuma ada 2 hal yang membuat hidupku lebih berharga: dakwah & profesi dokter. Meskipun intensitasku tahun ini tak segiat dulu, Alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk berbagi.

Oh ya, sekarang kupahami bahwa ada tiga tipe seorang da’i dalam berdakwah. Tipe 1: Ia berdakwah tujuannya cuma untuk eksistensi diri. Ia sekedar ingin membuktikan kemampuannya kepada sesamanya atau lawan jenisnya. Kadang bahkan cuma ingin mengejar popularitas, biar banyak yang suka dan dianggap mulia. Oleh karenanya, tipe seperti ini biasanya tak akan bertahan lama dalam urusan dakwah. Jiwanya labil, kekanak2an, dan tidak siap menanggung beban. Seleksi alam pasti akan menimpanya.

Tipe 2: Ia berdakwah karena merasa itulah tujuan hidup. Ia sangat bersemangat menyelaminya, karena ia merasa dakwah adalah bagian hidupnya. Tanpa dakwah, hidupnya sepi, tanpa dakwah jantungnya seakan berhenti. Makanya, ia serius belajar, ia serius memperbaiki diri. Tetapi masih ada hal yang kurang darinya. Ia tidak benar2 memikirkan umat, yang ia lakukan sebatas kepentingan diri, menunaikan kewajiban atau organisasi.

Tipe 3: Ia berdakwah karena umat, nuraninya murni & suci memikirkan kebaikan umat. Harta, jiwa, dan raga ia persembahkan untuk Islam, ikhlas dalam dakwah, istiqomah mengajari sesama. Aku sangat jarang bertemu tipe 3. Kebanyakan tipe 1 & 2. Bilapun ada yg berkoar2 rela berkorban untuk umat, atau berempati karenanya, mereka cuma sekedar mengatakan yang memang perlu dikatakan, bukan? buktinya, tak sedikitpun saat mereka berkata peduli, mereka berani berkorban dengan serius.  Ketahuilah, seseorang yg dipedulikan oleh sesamanya akan ikut merasakan kepedulian tersebut. Itu seperti ikatan batin yg sulit dijelaskan. Da’i tipe 3 memancarkan aura tersendiri. Benar2 karismatik.

Akan kusebut contohnya, K.H. Zaini Abdul Ghani, apa kamu kenal? Beliau menurutku da’i tipe 3 yg betul2 mempersembahkan hidupnya untuk umat. Saat kecil, aku bersama ayahanda setiap hari minggu sering ke pengajian beliau. Jama’ahnya bisa sampai ratusan bahkan ribuan, dan setiap kalinya para jama’ah tersebut pulang membawa makanan yg dibagi2 gratis waktu itu. Dan kamu tau dananya dari siapa? Dari beliau pribadi. Di akhir2 hidupnya, beliau menderita gagal ginjal, dan diharuskan menjalani hemodialisa yang rutin. Kita semua tau, seberapa sakit dan menderitanya pengguna hemodialisa. Seharusnya aktivitas beliau dikurangi dan mendapatkan istirahat yg cukup. Dan apa yg beliau lakukan? Tetap istiqomah melaksanakan pengajian, bahkan lebih giat lagi. Jadi sudah sewajarnya, kebanyakan rakyat banjar tak pernah lupa jasa2 beliau. Meski kadang berlebihan. Semua tau itu.

Urusan cinta, ah.. aku tak berani bicara banyak. Hanya khayalan rasa bukan? sebuah ungkapan ataupun frasa yg bahkan definisinya pun kita tak tau. Cuma pernikahan yg bisa membuktikannya. Bukan permainan “sayang2an” ala anak muda, juga “friendzone” nya ala mahasiswa. Tak serius, buang2 waktu, meninggalkan luka dan kebencian. Satu hal yg ingin kuungkapkan disini. Sebetulnya sudah lama ingin kutuliskan ini. -Aku selalu paham dengan kode2 itu-. Hanya saja, kubiarkan diriku berlagak tak mengerti. Berpura2 tak terjadi apa2, meski aku menyadarinya. Kupikir ada baiknya juga terlihat bodoh & polos. Membuat diri ini terjaga dan berhati2 dlm melangkah. Aku belum ingin menikah, mungkin akan lama, dan banyak pertimbangannya. Namun khitbah? itu tindakan seorang pengecut pikirku. Menggantungkan pilihan wanita yg belum tentu kita serius dengannya. Mengapa tidak kita biarkan saja Allah mempertontonkan kuasa-Nya. Bukankah akan lebih menarik jika Q.S An-Nur: 26 itu menjadi kisah tersendiri dalam hidup kita?

“Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal, aku bermimpi ingin mengubah dunia. Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifan, kudapati bahwa dunia tak kunjung berubah. Maka cita2 itupun agak kupersempit, kuputuskan utk hanya mengubah negeriku. Namun tampaknya, hasrat itu pun tiada hasil. Ketika usiaku semakin senja, dengan semangatku yg masih tersisa, kuputuskan utk mengubah keluargaku, org2 yg paling dekat denganku. Tetapi celakanya, mereka sudah tdk mau diubah. Dan kini, sementara aku berbaring saat ajal menjelang, tiba2 kusadari. Andaikan yg pertama2 kuubah adl diriku. Maka dgn menjadikan diriku sbg anutan, mungkin aku bisa mengubah keluargaku. Lalu berkat inspirasi & dorongan mereka, bs jd akupun mampu memperbaiki negeriku. Kemudian, siapa tahu, aku bahkan bisa mengubah dunia.” Begitu ungkapan favoritku dari buku “Playing God” karangannya Rully Roesli. Untuk sekaligus, sebagai penutup tulisan ini. Salah khilaf mohon maaf. Dariku yg penuh kekurangan dan penuh kefakiran.


Malam kamis, H-1 Ramadhan 1436 H.

3/03/2012

Pemilik Suara Yang Paling Merdu...

Oke,,, dimulai dengan D, selanjutnya ke A, Bm, dan G, lalu kembali lagi ke A, Gotcha!
D A Bm G
Gathered here with my family
My Neighbours and my friends
Standing firm together against oppression holding hands…
It doesn’t matter where you’re from..
Or if you’re young, old, woman or man
We’re here for the same reason, we want to take back our land...


Oh God, thank you..
For giving us the strength to hold on
And now we're here together..

Calling for freedom… Freedom…
(Maher Zein: Freedom)

                Layaknya seorang musisi, kucari inspirasi melalui headset di telinga dan gitar di pangku tangan. Sambil mencoba satu persatu irama yang cocok dari gitar akustik untuk dikoloborasikan dengan suara cemprengku. Maklum, sudah lama tidak kunikmati rasanya memetik gitar. Ya, inilah passionku, aku pun juga manusia, sisi pribadi yang tidak bisa dipungkiri, sama seperti yang lainnya.

                Kali ini mungkin suasana hatiku sedang gembira, entahlah, mungkin karena merasa lega telah lolos dari beratnya amanah yang hampir menimpaku. Namun, di satu sisi, merasa prihatin juga dengan kegalauan teman seperjuanganku. Kalau dipikir2 memang berat sih rasanya, aku pun mengerti, tetapi ingatlah kawan, jika kita menolong agama Allah, maka Allah pun akan menolong kita juga, kalo Allah yang menolong, maka tidak ada yang dapat menandingi kekuasaan-Nya. “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Al-Insyirah)”. “Allah tidak akan menurunkan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya”.

                Yang paling penting adalah ketika seseorang ikhlas memperjuangkan agama Allah, meski harus mengarungi samudera kehidupan, berjuang melawan kegagalan, melewati banyak cobaan dan rintangan, melalui berbagai macam ujian, menerpa desir hujan dan gemuruh badai dan walau harus menoreh luka dan terseok-seok di tengah keterpurukan (alay mode on), atas pertolongan-Nya pun orang-orang disekitarnya akan dengan sendirinya ikut membantu. Karena KITA adalah TIM……

                Kembali ke laptop,,,
           ”Waahh... suaranya bagus ya!” terdengar pembicaraan dua orang akhwat yang lewat didepan rumahku. Suatu hal yang tidak diduga-duga saat kumainkan karya Maher Zein tersebut. Entahlah, Hmm, may be Yes, may be No, ah, jadi malu... Haha. Lalu, benarkah suaraku sebagus itu? Lupakan!

              Masih dalam topik yang sama, menurut kalian siapakah suara yang paling merdu didunia ini? Michael Jackson kah? Mariah Carrey? Bruno Mars? Atau....
             Salah semua! Ternyata suara yang paling merdu & untaian kata yg paling indah didengar bukan milik mereka semua! Bukan pula miliknya para konstentan K-Pop atau Galaxy Superstar yg hanya berdasarkan penilaian juri & polling sms, Bukan pula miliknya Afgan (owh... sejenak di ujung sana para Afganisme alias Fansnya Afgan tertunduk kecewa...).... BUKAN SAMA SEKALI!!

”Lalu siapa?!!!” (para fans-nya teriak histeris krn sedih & tdk terima)
                Jawabannya adalah sang penyeru agama Allah,, alias para pendakwah/penda’i yg paling merdu suaranya, paling Mantep perkataannya, ini bukan mengada-ngada, ini berdasar ayat Al-Qur’an yg artinya wallahu a’lam..
“dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada (agama) Allah,….” (TQS. Fushilat 33)

                Terpakulah para konstentan Boyband & Girlband... termenunglah Afganisme..... Michael Jackson dan Mariah Carey yg berlinang air mata terlihat kecewa.... mereka berkata2, ”Ya ampun, ya ampuun.., sebegitu merdunya kah suara kalian wahai para penda’i?”

                Oh Jelas! meskipun suara2 mereka banyak yg cempreng & pas2an tapi tetap.. mereka lah pemilik suara yg paling merdu dan apa yg mereka sampaikan adalah yg paling baik. Ini bukan berdasar penilaian dari dewan juri, para fans, ataupun polling sms. Polling sms menipu, telinga dewan juri & fans bisa salah. Ini adalah Kalamullah, Al-Qur’an yg mutlak kebenarannya bagi kita yg mengimaninya, Allah SWT tdk pernah salah menilai hamba-Nya, Maha Benar Ilahi yg mengetahui segalanya, Bagi-Nya suara-suara cempreng  dan serak yang menyeru manusia kepada Syariat-Nya ribuan bahkan jutaan kali lebih berharga dari suara semerdu apapun yang mana tujuannya hanya sekedar melenakan manusia bahkan melalaikan mereka dari pensucian-Nya.

                Menggadaikan suara... mendapat Cinta!
                Haa... harga yang teramat menggiurkan! sungguh berbahagialah... karena ini merupakan perniagaan yang sangat menguntungkan. Bahkan siksaan macam apapun tak akan mampu membatalkan perniagaan itu.

                Hingga Bilal bin Rabbah tak patah semangat meneriakkan alunan Ahad.... Ahad... nya.
Dan Abdullah bin Mas’ud, si kerempeng, bahagia dengan seruan tauhidnya... walau pada akhirnya harus rela digelitik oleh keroyokan pukulan kaum kafir Quraisy. Gelitikan itu pula yang membuat Abu Dzar, si orang asing, bangkit lagi untuk ke sekian kalinya setelah pingsan akibat keroyokan setelah seruan dakwahnya. Yoi, sobat! Hanya gelitikan!

                Jadi saksikanlah suara-suara itu semakin menggema....! suara yang memekakkan dan begitu buruk di telinga para pembuat maksiat. Tidak! Bukan suaranya yang jelek, namun telinga merekalah yang penuh kotoran sehingga tak pernah bisa membedakan harmoni yang indah dan yang bukan.

                Maka para dai pengalun melodi dakwah, lantangkanlah seruan!
                Kumandangkan dengan dahsyat kebenaran....
           Hingga bahananya membelah angkasa..... hingga nada-nadanya menembus tabir angkara murka....
                Atau berbisiklah.... bahkan bisikan amar ma’ruf kalian layaknya alunan musik....
                Bukan musik biasa... namun alunan musik.... senandung para ahli surga!

*Senin, 06.30
-Diiringi Maher Zein - Freedom
-Usai Mutala’ah beberapa buku
-Inspired from my ustadz, Akin ”D”

1/11/2011

Kitalah Yang Paling Romantis…



Mungkin beberapa diantara kalian ada yg bertanya2 setelah melihat judul ini, ADA APAKAH  dgn si penulis??! APA yg sdang terjadi?! Dilanda asmara kah? Atau sedang dimabuk cinta jd dia memutuskan menulis catatan yg melankolis? ADA APAKAH GERANGAN?!!! Atau ada yg langsung ngeliatin info di profil saya krn curiga jgn2 statusnya berubah menjadi menjalin hub tanpa status? APaaKAH YANG SedAng TERJADI?! *Venny Rose mode on.

Klo bs dibilang sedang ‘jatuh cinta’, ya… saya sdng jatuh cinta… (sebentar2,,, bg semua perempuan yg ada diluar sna tlong jgn shock dlu & kecewa.. Bacalh dlu sampai akhir.. Jgn langsung mengambil kesimpulan yg menyakitkan hati anda..)

Ya.. krena CINTA inilah yg membuat saya berkeinginan utk menulis sebuah catatan yg semoga saja bermanfaat bg akhi wa akhwati rahimakumullah… Dengan bantuan dari-Nya, setelah melalui hantaran impuls  dari berjuta2 sel2 syaraf (neuron) sya, mengarungi jembatan2 dendrit & akson, melalui relationship saraf reseptor, efektor, dan asosiasi, sinapsis & regulasi dari hipotalamus-hipofisis anterior, sungguh luar biasa Allah Maha Pengatur segalanya, akhirnya terkonseplah sebuah pemikiran yg berasal dari Serebelum (otak) saya. Bismillahirrahmanirrahim…. Assalamu’alaikum Wr. Wb. Saya awali dgn percakapan…

Antara Pembaca & Penulis 

Pembaca     : Siapa sich ‘KITA’ itu?? apakah anda sdh tdk melajang lagi?? owhh.. sya kecewa sekali.. hikss2.. ;-(    pdhl sy sdh menunggu terlalu lama utk anda penulis..

Penulis         : Owh, owh.. af1, bukan2.. kan sy sdh bilang dr awal jgn langsung mengambil kesimpulan yg menyakitkan hati anda2 semua… Emmh..  ‘KITA’ ini sya tujukan kpd para  pengemban dakwah d jalan Allah & Rasul-Nya.

Pembaca       : Benarkah?!! Syukurlah… tp apa maksudnya? koq romantis2an begitu..? Jgn2! Jgn2!  OoHh Noo!!! (alay.. -_-“)

Penulis           : Lah, lah, lah, ada apa dgn kalian.. ?  Jgn suudzan gtu,, ngga baik… baiklah… agar tdk terlalu menimbulkan kekecewaan akan sy perjelas lagi.. 

                   Romantis???
              Definisinya mungkin bermacam2,, intinya ya.. romantis itu indah bukan? Seseorg yg mempunyai sikap romantis pastinya akn melalukan apapun demi sesuatu yg menurutnya berharga. Lalu, Mengapa para pengemban dakwah itu romantis?  Ya.. kita memang romantis fren.. Jauh lebih romantis dibandingkan para pemuja cinta yg ada diluaran sna. Yang sering berkata, “Akan kulakukan apapun untukmu beibeh..” kpd sang pujaan hati, atau Dgn berbagai macam janji, rayuan, dan kegombalan mereka, “Aku rela mati untukmu cintaku.., aku akan selalu ada, menjaga & melindungimu.. Belahlah dadaku untuk membuktikannya bahwa hati ini hny satu untukmu…” Belah  AJA !! paling jg nanti klo ditemuin malaikat izrail malah minta ditunda2 dlu matiny  krn blm kawin, atau saat dikeroyok preman malah lari duluan meninggalkan sang pujaan, atau suruh aja terjun dari lantai 2 gedung utama FK, mana mau dia… Seperti itukah yg namanya romantis?????!! Mengharukan sekali..

Lalu bagaimana dengan ‘KITA’??

Rela Berkorban

                Apakah ‘KITA’ sama dgn mereka? Owh.. Tdk Bisaaa.. Pritikiww.. !! Kita rela malu, kita rela dimusuhi, rela dicaci maki, rela mengorbankan waktu, RELA MATI!!, rela bersusah payah dgn segala usaha & mencucurkan semua peluh semangat demi mensyiarkan kebenaran yg hakiki yaitu Islam rahmatan lil ‘alamiin ini, amar ma’ruf nahi munkar, melindungi dan meneruskan ajaran yg dibawa Rasulullah, berjuang demi tegaknya SYARI’AH ISLAM YG diidam2-idamkan.

                Kita sangat romantis bro.., Lihat saja Abu Bakar Ash-Siddiq yg dengan sepenuh hati melindungi Rasulullah SAW saat perjalanan hijrah ke Madinah di Gua Hira, beliau rela berkorban bahkan rela mempertaruhkan nyawanya menutupi lubang ular berbisa yg dikhawatirkan akan menyerang Rasulullah SAW jika dibiarkan, lihatlah Bilal bin Rabbah yg tetap istiqamah & semangatnya meneriakkan Ahad.. Ahad..Ahad.. saat disiksa, disalib, & ditindih dgn batu besar oleh Umayyah agar dia ingkar dari agama Allah, dan lihatlah Abu Dzar, orang asing yg baru sedikit mengenal Islam dengan sigapnya menyeru apa yg disampaikan Rasul dihadapan para pemuka Arab jahiliyyah & rela dikeroyok massal, sampai pingsan beberapa kali tp terus bangkit hingga dia berhasil membawa rombongan suku aslam dan ghifar masuk Islam. Knp mereka melakukan hal tsb?? ya.. krn mereka rela melakukan apapun demi sesuatu yg menurut mereka berharga, sesuatu yg hrs mereka lindungi & pertahankan, ISLAM.. rahmatan lil  ‘alamiin..

                Kita sebagai org2 yg “menyambung jejak-mu” (Mencoba mempelesetkan judul lagu yang sempat dihitskan oleh Peter Pan), org2 yg menyambung  jejak langkah perjuangan Rasulullah SAW, para sahabat & mujahid Islam jg tdk kalah, kita rela diketawakan saat kita memperingati org yg sedang pacaran, rela dicela ‘sok suci’ saat kita tdk mau bersentuhan kulit dgn lwn jenis kita, rela dibilang “pemain senam” saat memakai celana training dipertandingan futsal utk menutup aurat (jgn terpancing  fren.. ingat gaul syar’i), rela diberi gelar “Kaum Mesjid” krn terlalu sering ke Al Baythar mesjid kampus.. (Owh..  tdk apa2.. santai aja... Sorry ya.. kaum mesjid pahalanya gede sangadh..), rela dikunci pagar oleh bapak kost saat menghadiri halaqah & rapat, dan bermacam2 kerelaan lainnya yg tdk bs sy sebutkan. Gimana? Romantis bukan??!

Pembaca: Owwh, owh, OWH.. indah sekali pengorbanan tsb.. so sweet… ^^ benar2 romantis…

             Ya.. tepat sekali kita memang romantis fren… Sangat Romantis!!!

Suara ‘KITA’ Menggugah Hati

             Diantara org2 yg sikapnya romantis biasanya suka sekali menyanyikan lagu2 atau syair yg menggugah hati sang pujaan hati, Benar bukan?  tapi apakah Menurut kalian alternatif pilihan syair lagu seperti ”Tercipta Untukku” nya UNGU, ”Untuk Mencintaimu” nya Seventeen, ”Tak Gendong” nya Mbah Surip, ”Nuansa Bening” ny Vidi Aldiano atau ”Terima Kasih Cinta” nya Afgan itu romantis? Atau krn merdunya suara mereka yg  menggugah hati semua wanita jd bs dibilang romantis dan dijdkan alternatif pilihan nyanyian? Memangnya suara & untaian kata siapa yang paling romantis di dunia ini? Mariah Carey? Michael Jackson? Afgan? Ari Lasso? Atau ........?
           Salah semua! Ternyata suara yang paling merdu & untaian kata yg paling indah didengar bukan milik mereka semua? Bukan pula milikny para konstentan IMB yg hnya berdasar penilaian juri & polling sms, Bukan pula miliknya Ahmad Dhani (owh... sejenak di ujung sana para FANNY alias Fansnya Ahmad Dhani tertunduk kecewa...).... BUKAN SAMA SEKALI!!

”Lalu siapa?!!!” (para fans-nya teriak histeris krn sedih & tdk terima)
      Jawabannya adalah ’KITA’,, kitalah para pendakwah/penda’i yg paling merdu suaranya, paling MUaanTEEP perkataannya, & PALING ROMANTIS luar biasa diantara mereka semua.. Ini berdasar ayat Al-Qur’an yg artinya wallahu a’lam..
“dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada (agama) Allah,….” (TQS. Fushilat 33)

         Terpakulah para konstentan IMB... termenunglah Ahmad Dhani..... Michael Jackson dan Mariah Carey yg berlinang air mata terlihat kecewa.... mereka berkata2, ”Ya ampuun, ya ampuun.., sebegitu romantisnya kah kalian wahai para penda’i??”

         Ya.. Kami memang romantis,, walaupun suara2 kami banyak yg cempreng & pas2an tapi tetap.. kamilah yg paling romantis, suara kami yg paling merdu, & apa yg kami sampaikan adl yg paling baik. Ini bukan berdasar penilaian dari dewan juri, para fans, ataupun polling sms. Polling sms menipu, telinga dewan juri & fans bisa salah. Ini adalah Kalamullah, Al-Qur’an yg mutlak kebenarannya bagi kita yg mengimaninya, Allah SWT tdk pernah salah menilai hamba-Nya, Maha Benar Ilahi yg mengetahui segalanya, Bagi-Nya suara-suara cempreng  dan serak yang menyeru manusia kepada Syariat-Nya ribuan bahkan jutaan kali lebih berharga dari suara semerdu apapun yang mana tujuannya hanya sekedar melenakan manusia bahkan melalaikan mereka dari pensucian-Nya.

Rasa Cinta & Sayang ‘KITA’ Yang Paling Besar

Karena aku mencintai-Mu...
Dan hatiku.. Hanya Untuk-Mu..
Tak Akan Menyerah dan Takkan berhenti...
Mencintai-Mu.... OooouuuOOOO...

Pembaca    : Kyaaaa... !!(histeris) Suara anda merdu sekali duhai penulis!!! Ya ampuun, Ya ampuun...   sampai terngiang2 di pikiran sy krn tdk bs melupakannya...
Lansia           : WaddUuuh Cuu.. Jiwa muda nenek bangkit lg krn mendengar suara mu...
Penulis          :Terimakasih, trima kasih atas apresiasinya,,, Ya.. Yg di ujung sana tlong  hapus dlu air matanya, tdk perlu sampai berlinang air mata seperti itu krn kekaguman terhadap suara sy...
                
         Ya.. Krn ’CINTA’ itulah kita rela berkorban segalanya demi meneruskan perjuangan Rasulullah SAW ini,  krn ’CINTA’ itu jg kita rela dicaci maki, dicela, dibenci, disinggung, rela mati, dikunci bahkan..     (   -_-” ???) demi mempertahankan dien ini. Karena kita mencintai Sang Kekasih, karena kita menyayangi keluarga, peduli dgn sahabat, kita rela melakukan apapun demi sesuatu yg kita cinta & sayangi. So sweet bukan?? Apapun akan kita lakukan walaupun seringkali wujud kasih sayang kita ini tidak selalu berupa tingkah laku manis, rayuan gombal atau suasana penuh keromantisan. Seringkali malah berasa pedih dan pahit.

        Sebagai contoh konkrit, Suatu ketika seorang bocah merangkak pelan menuju tungku api. Sang Ibu yang kebetulan melihatnya menyerunya untuk segera menjauh. Namun sang bocah tak menghiraukan. Dia terus saja merangkak. Sang ibu berteriak dan membentak keras. Namun si bocah tetap merangkak menuju tungku api. Maka tak ada cara lain, si ibu lalu merenggutnya dengan kasar. Si bocah meronta menangis tidak terima dengan perlakuan sang ibu. Namun si Ibu tetap bersikeras, bahkan kalau perlu menampar anaknya tadi supaya menuruti keinginan dia. Menurut kalian apakah sang Ibu itu kejam? Pasti kalian tau kan jwbnnya..

       Para da’i layaknya seseorang yang berteriak mencegah bocah yang sedang menuju tungku api. Dia, karena cintanya tidak akan pernah tega membiarkan saudara-saudaranya terbakar sia-sia dalam ’tungku api’. Dan dengan cinta tadi maka segenap upaya dilakukan untuk menyelamatkan saudaranya tadi. Walau pada akhirnya bahkan cacian, makian, atau siksaan yang dia peroleh... namun di bibir para pendekar  terukir senyum yang terkembang.. Nggak apa-apa... mereka seperti ini karena mereka belum tahu....

Yap, tersenyum bangga. Karena sesungguhnya kita melakukan itu karena rasa cinta....
Dakwah adalah tanda cinta. Dakwah adalah ungkapan kasih sayang yang hakiki.
Sehingga para pendekar dakwah sesungguhnya adalah para pencinta sejati. Orang2 yg sangat romantis..
”Kami sayang kepada saudara kami, keluarga kami, sahabat kami” ungkap para pencinta. ”Maka tak akan kami biarkan mereka’merangkak menuju ’tungku api’ ” 

Karena sayang
Aku tak ingin saudaraku terjatuh dalam kubangan adzab api neraka yang panasnya tak terperikan,
Justru karena aku sayang pada mereka,
Maka yang kuinginkan adalah kita bisa bersama nantinya dalam keindahan taman-taman surga.

Pembaca    : Owhhhhh.. So Sweet....  Hiks2... Huhuhu.. Terharrruu sekali sayaaa, benar2 romantis... 
Penulis       : Ya... Inilah wujud  nyata keromantisan dari kami, bukan krn kami mahir dlm membuat puisi, atau krn merdunya suara2 kami, tp krn kami rela melakukan apapun demi mereka yg kami cinta & sayangi, kami ingin yg terbaik bg mereka, mereka adalah puzzle hidup yg hrs kami jaga utuh demi melengkapi kebahagiaan hidup kami, walaupun akhirnya  kami hrs menoreh luka utk tanda kasih ini.
                
                 Akhirnya,, sampailah di penghujung cerita.. Tapi, tolong yg disana sekali lagi hapus dlu air matanya krn kita msh bs ketemu lagi koq, santai aja.. Sebenarnya msh bnyk lg yg ingin saya sampaikan, tp krn terbatasnya ruang & kurangnya keefisienan waktu jd saya sudahi sj..
               
              Owh ya.. ’KITA’ dalam hal ini bukan hanya para pemuda-pemudi KSI yg saya tuju, bukan pula hanya sesama pengemban dakwah sejalan & sepemikiran, bukan jg hanya para Da’i & Ulama terkenal  seperti Yusuf Mansur, Aa Gym, atau Ust. Jefry Al Bukhary, tp kita ’SEMUA’ Muslimin dan Muslimat  yg mengetahui ajaran yg dibawa Rasulullah SAW, mengetahui ayat2 Allah SWT, & mengetahui kebenaran Dienul Islam ini, ”Ballighu ‘anni walau ayah”, Konsekuensi kita mengetahui sesuatu yg bermanfaat, Kita mengamalkannya & Kita menyampaikannya, Kurang Ilmu? Nuntut lagi dong, Masih blm sempurna? Jgn liat siapa yg menyampaikan, tp apa yg disampaikan, Malu? Malu sama siapa? Jika kita malu menyampaikan ayat2 Allah berarti kt malu memilih dien Islam ini, Kurang siap? Public speaking blm terlatih? Mengganggu sekolah? Anak Istri tdk terurusi lagi? Malas? Blm bayar hutang? Kucing tetangga mati? ( -_-“) daaan semuaa alasan tipis lainnya maka berbahagialah kalian krn akan menjadi org2 yg merugi. Akhirul Kalam. Wassalamu’alaikum wr.wb